Senin, 14 November 2016

Acer Switch Alpha 12, notebook 2in1 terbaik bagi para Digital Artist


Masih teringat jelas bagaimana awalnya saya mulai menyukai hobi menggambar. Semua ini dimulai saat kelas 3 SD dulu. Saat itu ada anak perempuan yang saya suka, namanya Putri. Dia punya hobi menggambar. Teman di kelas sering memuji hasil gambarnya. Agar saya bisa lebih dekat dengan Putri, saya mulai rutin latihan menggambar. Berharap dengan begitu saya bisa lebih sering berbicara dengan dia dan membahas soal kemampuan gambar masing-masing. 

Saya mulai sering menggambar saat ada waktu luang. Berhubung saya suka baca komik, hasil gambar saya lebih mirip gaya manga jepang yang disukai anak-anak. Itu pula yang membuat anak kelas semakin tertarik dengan karya saya. Walaupun memang, hasilnya masih sangat jelek, karena saya baru belajar. Sebab itu saya terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Sampai akhirnya sebagian anak kelas mulai memuji hasil karya saya. Namun, bukannya saya semakin dekat dengan Putri, dia malah menganggap saya sebagai rivalnya. Hiks…hiks..



Gambar waktu kelas 3 SD dulu...
masih terlihat jelek, tapi setidaknya sudah mampu menarik perhatian anak-anak kelas

Hingga sekarang, rutinitas menggambar masih terus saya tekuni. Bahkan, setiap saya selesai mengerjakan tugas dosen ataupun mencatat, saya selingi dengan menggambar pada buku tulis khusus yang sudah saya siapkan. Dulu saat SMP dan SMA, saya suka menggambar pada bagian belakang atau tengah buku catatan. Namun, semenjak kuliah, saya mulai tobat. Karena catatan kuliah 2 kali lebih banyak dibanding SMA, sehingga jika saya tambah dengan gambar pasti bukunya tidak akan cukup. 


Saya pernah berada pada titik jenuh. Itu saat saya kelas 2 SMA. Saya merasa kemampuan menggambar saya sudah mencapai batas maksimal yang saya bisa. Saya tidak tahu lagi ingin diapakan hobi menggambar ini. Hobi itu untuk menyegarkan otak, jika Hobi tersebut dirasa sudah membosankan, apa itu masih dapat dikatakan Hobi?





Gambar saya  sudah cukup bagus. Now what..?

Hingga suatu hari saya melihat ada seorang ilustrator memposting sebuah karya digital yang luar biasa memukau. Bagaimana pewarnaan, proporsi, serta ketajaman gambar tersebut berada pada level yang jauh diatas saya. Saya yang masih bergelut pada tradisional art benar-benar kalah telak. Dari situ saya mulai menemukan kembail semangat yang sempat hilang. Digital Art adalah level saya selanjutnya. Saya merasa harus mulai dari nol lagi untuk belajar Digital Art. Menarik.


Oke.. saya kalah telak
(Karya dari : 鄭代晨)

Saya mulai bertanya pada illustrator-ilustrator tersebut media apa yang ia pakai. Jawaban mereka beragam, tetapi sebagian besar menggunakan pentab. Sayangnya saat itu saya tidak memiliki pentab. Namun, beberapa dari mereka juga ada yang menggunakan smartphone sebagai media gambar. Hebatnya, mereka menggambar menggunakan jari (tidak menggunakan pensil layar sentuh). Maka dari itu, saya memilih media smartphone sebagai langkah awal saya menekuni dunia Digital Art.

Bermodal smartphone ala kadarnya, saya mulai mengunduh aplikasi yang mereka sarankan. Awalnya saya sangat kesulitan menggunakan jari untuk menggambar. Hal itu benar-benar baru bagi saya. Apalagi layar smartphonenya sangat kecil. Penderitaan saya ditambah dengan aplikasi yang sering hang karena spesifikasi yang pas-pasan. 


Namun, itu semua tidak menyurutkan semangat saya. Sekitar 2 bulan saya mulai rutin menggambar pada media smartphone. Rasa jengkel, emosi, serta puas pernah saya alami. Hingga akhirnya saya mulai merasa kemampuan saya meningkat pesat, terutama pada urusan pewarnaan yang jauh lebih baik dibanding saat saya masih menggunakan media kertas.


Saya mulai memberanikan diri memposting hasil gambar. Awalnya  beberapa tanggapan positif memenuhi komentar. Ada juga tanggapan negatif. Namun, yang saya heran beberapa tanggapan negatif lebih fokus pada resolusi gambar. Mereka mengatakan jika resolusi gambar terlalu kecil, sehingga warna yang dihasilkan tidak optimal. 


Saya agak bingung. Karena sepenglihatan saya warna yang dihasilkan sudah baik. Saya pun mencoba melihat hasil gambar saya lewat komputer, dan ternyata…ugh, benar-benar berbeda dibanding kualitas yang saya lihat lewat smartphone. Warna yang tidak konsisten, serta resolusi yang kecil membuat gambar pecah saat diperbesar.


(Gambar tidak bisa saya tampilkan karena langsung saya hapus saat itu juga)

Kecewa? Ya. Saya merasa 2 bulan yang saya lewati ini berakhir sia-sia. Memang ada jalan lain, yaitu membeli smartphone baru dengan resolusi lebih besar. Namun, saya rasa itu pemborosan. Karena smartphone saya saat ini masih berfungsi dengan baik untuk berkomunikasi. Apalagi harga smartphone terlalu mahal saat itu. Akhirnya, saya memutuskan untuk beralih dari smartphone dan menggunakan pentab. Sejak itu saya mulai menabung untuk membelinya.


Sayangnya, untuk beberapa alasan tabungan itu sampai sekarang masih belum cukup. Kebutuhan anak sekolah sangat banyak. Beberapa kali saya mengambil uang tabungan yang sudah saya simpan. Godaan membeli ini itu sangat besar. 


Alasan lain karena saya pernah mencoba pentab teman saya. Dan memang sulit sekali jika belum terbiasa. Tangan dan mata harus bisa saling bersinkronisasi, karena saat kita menggambar, mata kita justru melihat ke layar. Saya yang terbiasa menggambar pada kertas dan smartphone tentu saja sangat awam untuk yang satu ini.


Dari situ gejolak saya membeli pentab mulai menurun. Hingga sekarang, pentab yang saya inginkan belum juga terbeli. Alasan-alasan sepele untuk mengambil uang tabungan selalu jadi prioritas saya sehingga uang yang keluar lebih besar dibanding uang yang masuk. 


Tentu saja saya masih terus berlatih menggambar. Baik menggunakan kertas ataupun smartphone. Rasa jenuh sudah teratasi. Kemampuan saya menggambar juga mulai meningkat. Hanya saja media yang tersedia belum cukup optimal untuk mengimbangi tuntutan materi belajar saya yang semakin hari semakin tinggi.


Hingga akhirnya, tanggal 10 November kemarin, saya melihat kontes Acer untuk me-review sebuah notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12. Dari segi tampilan, spesifikasi dan fiturnya, saya yakin notebook inilah yang saya butuhkan untuk menunjang hobi saya.



Desain 2in1 yang ringkas dan ringan. Bawa kemanapun yang kau inginkan!

2in1
, inilah hal pertama yang saya suka dari notebook ini. Saya bisa mendapat keuntungan lebih dengan desain seperti itu. Selain saya mendapatkan sebuah media menggambar dengan kualitas luar biasa, saya juga bisa menggunakannya sebagai notebook jika suatu saat saya ingin sekedar bermain game atau mengerjakan tugas dari dosen. Desainnya yang ringkas dan ringan memudahkan saya sebagai anak kuliahan untuk membawanya kemana-mana. Itu berarti saya dapat berlatih menggambar dimanapun dan kapanpun saya mau. 


Saya pun tersadar, notebook ini jauh lebih baik dibanding jika saya harus membeli pentab. Kesulitan menggunakan pentab adalah saya harus melihat layar notebook selagi tangan menggambar pada pentab. Namun, dengan notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12, saya bisa langsung menggambar pada layar. Bahkan notebook ini juga memiliki Active Pen yang akan sangat membantu kualitas gambar saya. Karena dengan Active Pen, saya dapat menggambar digital dengan mudah seperti saat menggunakan media kertas. Ini bahkan lebih nyaman dibanding jika harus menggambar dengan jari pada smartphone layar kecil. 



http://tekno.kompas.com/read/2016/08/14/20050017/Lebih.Dekat.dengan.Laptop.Tanpa.Kipas.Acer.Switch.Alpha.12
Menggambar lebih mudah dengan Active Pen
(Sumber Foto : Tekno Kompas)

Kekurangan pentab yang saya sadari lagi adalah saya harus membawa laptop beserta pentab nya jika ingin menggambar di luar rumah. Pastinya membawa dua barang itu akan berat, ditambah lagi buku catatan kuliah yang juga sudah berat. Selain itu perlu tempat khusus agar saya dapat dengan nyaman menggunakannya di luar rumah. Dan juga menggambar dengan pentab di tempat umum sepertinya akan menarik perhatian banyak orang. Pastinya saya akan sulit berkonsentrasi untuk menghasilkan karya yang bagus.



Ugh... pasti ribet ya kalau gak ada meja
(Sumber Foto : Steven Shansan)

Namun, dengan notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12 ini saya dapat dengan leluasa berkarya di manapun dan kapanpun saya mau. Ingin di kelas, di taman, di kafe, dan tempat-tempat lainnya yang saya inginkan. Desainnya yang ramping dan ringan akan memudahkan saya dalam menopangnya saat tidak ada meja. Artinya, Acer Switch Alpha 12 ini sangat cocok bagi para pekerja yang memiliki mobilitas tinggi dan ingin berkarya dimanapun dan kapanpun tanpa terkecuali. 



Tak perlu meja, tuangkan imajinasimu tanpa batas dimanapun dan kapanpun kau mau

Salah satu yang menjadi kelebihan dari Notebook Hybrid ini adalah layarnya yang beresolusi super besar. Wuiiih….. Ini yang saya butuhkan! Dengan layar beresolusi QHD (2160 x 1440 pixel) berteknologi IPS, saya yakin akan dapat memaksimalkan setiap warna saat berkarya lewat Acer Switch Alpha 12. Kualitas gambar saya pun bisa semakin detail dengan setiap titik dan sudut terkecil akan  dapat tertampilkan dengan jelas. Bahkan sudah ada teknologi BlueLight Shield yang membantu mengurangi emisi cahaya biru pada layar Acer Switch Alpha 12. Dengan begitu, saya dapat berlama-lama di depan layar tanpa harus takut kehilangan konsentrasi akibat mata lelah. Dengan BlueLight Shield dan resolusi layar QHD dari Acer Switch Alpha 12, gambar yang saya hasilkan akan semakin optimal.


Manjakan matamu! Maksimalkan potensimu! Dengan resolusi layar 2K

Performa Acer Switch Alpha 12 juga tidak dapat dianggap remeh. Berbekal prosesor Intel core I generasi ke 6, bisa dipastikan jika notebook 2in1 ini dapat meng-handle segala software yang diperlukan untuk berkarya. Tidak ada lagi yang namanya software berat. Setiap software yang diinstal pada perangkat ini dipastikan akan mampu dijalankan dengan sangat lancar. Ini membuat illustrator seperti saya dapat memaksimalkan setiap karya dengan menginstall software terbaik tanpa harus takut ada masalah. 



Semua menjadi ringan berkat Core I generasi 6

Meski memiliki performa yang tinggi, Acer Switch Alpha 12 akan tetap dingin meskipun tanpa kipas. Hal ini berkat teknologi LiquidLoop yang mana teknologi ini dapat menstabilkan suhu mesin tanpa memerlukan kipas. Karena tanpa kipas, maka notebook tidak akan menimbulkan suara bising. Dengan ini kita dapat bekerja lebih tenang tanpa diganggu suara bising dari kipas


Ini masa depan! tak perlu kipas untuk mendinginkan. Coba sekarang!


Kesimpulan


Saya yakin 100% jika notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12 inilah yang terbaik untuk saya. Setiap fitur dan kemampuan pada Acer Switch Alpha 12 akan sangat membantu dan meningkatkan kualitas setiap karya yang saya hasilkan. Mulai dari Active Pen nya, resolusi super besar, performa luar biasa, semuanya terasa sempurna. Inilah yang saya butuhkan. Inilah tujuan saya. Acer Switch Alpha 12 lah jawabannya. Dengan Acer Switch Alpha 12, jalan saya menjadi ilustrator digital hebat kembali terbuka. 

Hmmm, sepertinya saya akan mulai menabung lagi, hehe…




Tag :

Acer Switchable Me, Acer Indonesia, Acer Switch Alpha 12.
Share:

Sabtu, 21 Mei 2016

Uang yang tersisa




Aku ingat sekali, setahun yang lalu, tepatnya pada bulan April 2015, aku yang baru saja menerima kiriman uang dari orang tuaku langsung kalap dalam membelanjakannya. Ya, saat itu aku sudah berjanji untuk mentraktir beberapa teman dalam rangka ulang tahunku. Sebenarnya ulang tahunku itu tanggal 28 Maret, tapi berhubung itu tanggal tua, maka teman-temanku memberikan 'kompensasi' untuk mentraktir mereka pada tanggal muda saja, yaitu tanggal 1 April.

Kiriman orang tuaku juga lebih banyak dari biasanya. mungkin mengingat aku yang baru berulang tahun. Tapi walaupun lebih banyak, bagiku sama saja, karna sebagian besar sudah ‘dibajak’ oleh teman-temanku untuk membayar makanan mereka.

Yang semula berjumlah Rp 800.000, sekarang tersisa Rp 600.000. Uangku berkurang secara drastis di hari pertama. Tapi aku masih cuek saja, toh, masih di nominal ‘ratusan ribu’

Hari demi hari aku jalani seperti biasa. Tapi memang, bulan April ini pengeluaranku sedang banyak. Seperti misalnya ada film Fast and Furious 7 yang baru saja rilis di Bioskop. Tak mungkin aku melewatkan nya. Jadi tanpa pikir panjang langsung saja aku membeli tiket nonton beserta makananya yang berharga mahal.

Tugas bulan ini juga terbilang ‘gila’. Hampir setiap dosen memberikan tugas. Biaya print, fotocopy, jilid, dan keperluan lain sebagainya sedikit demi sedikit mulai mengikis dompetku

Dan yang paling menguras keuangan bulan ini adalah belanjaanku untuk perlengkapan sehari-hari. Hal seperti baju, sepatu, shampo dan lain sebagainya benar-benar membuat dompetku bolong.

Ditambah pengeluaran harian seperti makan, bensin, dan lain-lain, pada tanggal 27 April uang yang tersisa hanya Rp 50.000. 5 hari lagi hingga kiriman uang dari orangtuaku datang. Ini berarti aku harus bisa berhemat untuk 4 hari kedepan. Akan tetapi, 50.000 untuk 4 hari bagi anak kos adalah jumlah yang sedikit. Dan hal ini diperparah dengan Bensinku yang sudah hampir habis. Hanya ada satu cara melewati ini, berhemat! Inilah kisah perjuangan anak kost dengan uang yang tersisa


Hari pertama (27 April 2015)


Ku awali hari dengan menyruput kopi manis, berharap bisa menggantikan sarapan agar aku dapat menyimpan uangku.  Kebetulan aku sendiri memang suka mengoleksi kopi sebagai teman untuk menonton Bola.

Uang tinggal 50.000, tapi bensin sudah mau habis. Kalau bensin beli 10.000 kira-kira tahan gak 4 hari?  Gumamku dalam hati.

Maklum saja, jarak kost-ku dengan kampus cukup jauh. Bahkan bensin full tank saja hanya cukup untuk 1 minggu.

“Kayaknya memang cuman bisa beli 10.000 aja, kalau lebih, aku bisa kagak makan, emangnya aku  mau makan bensin?” pikirku

Akhirnya aku pun membeli bensin seharga 10.000. Kini uangku tinggal 40.000. Setelah itu, aku pun berangkat ke kampus

“Oi Arie!” Temanku, Lutfie, memanggil

“Kenapa bro?”

“Ini loh, anak-anak pada ngajakin main Futsal selepas kuliah, mau ikut gak?”

“Waduh, duit aku lagi sekarat nih, nanti malah aku ndak makan. Tanggal 1 baru uang kiriman datang nih fie” Jawabku

“Ah kau tinggal telpon orang tua kau saja, minta duit kiriman dikasih lebih cepat, selesai dah masalah, cuman lebih cepat 5 hari pun, pasti orang tuamu  mau”

“Ndak bisa gitu, ini juga tanggal tua, Orang tua belum gajian.. kasian merekanya”

“Iya iya.. aku ngerti” Tutupnya
                                                                 
1 godaan berhasil kulalui. Sebenarnya aku ingin sekali bermain futsal, tapi yang terpenting sekarang, bagaimana caranya agar aku bisa tetap makan dalam 4 hari kedepan dengan uang seadanya .

Selesai kuliah, aku langsung pergi ke warung makan padang. Nasi putih, Telur mata sapi, sosis, dan tempe 2 buah sudah cukup untuk aku bawa dengan harga Rp 8000. Sengaja aku bungkus karena biasa nasinya lebih banyak.. haha,

Sampai di rumah, aku tidak langsung menyantap makanan tadi. Aku tidak ingin makan siang, lebih baik makan sore, karna kenyangnya bisa lebih awet sampai malam. Untuk 4 hari ini, aku harus menghapus jadwal makan malam dulu.

Hari pertama aku lalui dengan cukup mulus. Berharap besok bisa dipertahankan

Sisa uang : Rp 32.000
Hari hingga sebelum uang di transfer : 3 Hari

 

Hari kedua (28 April 2015)


Seperti biasa, kumulai hari dengan menyruput kopi manis untuk sekedar mengganjal perut. Tapi pagi ini aku sedikit melakukan Skipping selama 20 menit. Ini kulakukan untuk membakar kalori, karena aku memprediksi dalam 4 hari ini aku akan sarapan dengan Kopi manis terus.

Setelah mandi dan berkemas, aku langsung berangkat kuliah. Sesampainya aku di kelas, Fredi, teman akrabku langsung berlari ke arahku.

“Oii.. bayar bayar.. haha”

“Bayar apa Fred?”

“Pura-pura ndak tau lagi.. 3-0 bro.. 3-0”

Kampreeet..! aku lupa kalau tanggal 26 April kemarin aku ada taruhan dengan Fredi soal pertandingan Everton vs MU. Dan di luar prediksi, Everton menang 3-0!!.




“Haha, kau kira aku lupa karna tidak masuk kemarin?.. sudah sini, 10.000” Tagih Fredi

“Oi Fred, aku bayar tanggal 1 Mei aja mau gak? Aku lagi butuh duit nih”

“Gak bisa bro.. janji adalah janji, kan kau juga yang ngajak taruhan”

“Yaudah, aku bayar 5000 dulu, besok aku bayar 5000 lagi”

“Hmmm.. iyalah, tapi besok bayar”

“Pasti, tenang aja kau” tutupku

Hari ini terjadi pengeluaran tak terduga. Padahal aku sudah menyusun rencana keuangan untuk 3 hari kedepan. Semua rencana hancur. Haaah, ternyata Taruhan hanya akan membawa petaka

Kujalani pelajaran di kelas dengan perasaan dongkol sekaligus bingung. Bingung bagaimana cara mengatur kembali keuangan yang seolah-olah telah ter-reset saat Fredi menagih uang taruhan.

Pulang kuliah, kembali aku mampir ke warung makan padang langgananku. Membeli lauk yang sama, harga yang sama, dan memakannya pada waktu yang sama seperti kemarin, pukul 4 sore.

Kusudahi hari ini dengan hati yang kesal.

Sisa uang : Rp 19.000
Hari hingga sebelum uang di transfer : 2 Hari


Hari ketiga (29 April 2015)


Sesampainya di kampus hari ini, aku langsung menghampiri Fredi untuk memberikan sisa uang taruhan yang belum aku bayarkan kemarin.

“Nih fred, aku lunasin”

“Ok, thank you rie, haha”

“Udah ya, aku balik ke kelas dulu”

“Yo, hati-hati dijalan”

“Kampret lu, kelas aku di sebelah doang”

Selama di kelas, aku kepikiran tentang apa yang akan aku makan hari ini. Uang tinggal 19.000, jika aku makan lauk seperti kemarin, berarti uangku tinggal 11.000. berbagai kemungkinan aku pikirkan di kepala. Apa aku harus makan Mie Instan di 2 hari tersisa? Tapi Mie instan saja tidaklah sehat. Saat aku masih tinggal dengan orang tuaku, aku selalu di didik agar tidak makan Mie Instan lebih dari 2 kali dalam seminggu. Karna itulah selama aku nge-kost, aku tetap jarang menkonsumsi Mie Instan. Sebisa mungkin aku makan Nasi. Tapi jika sudah kepepet seperti ini, sepertinya aku tidak punya pilihan lain.

Waktu pulang kuliah pun tiba, akan tetapi, Resti, ketua kelasku meminta untuk tetap di kelas sebentar

“Eeh, jangan pada pulang dulu, ada pengumuman.. duduk dulu semuanya!!”

“Pengumuman apa Res!!?” Teriak Lutfie

“Udah duduk, duduk aja dulu” Sahut Resti

"Begini ya, berhubung Diana ini lagi ulang tahun, dia ngadain makan-makan di rumahnya”

R-E-Z-E-K-I!! akhirnyaaaa. Sesaat mendengar hal itu, segala kegalauanku langsung lenyap. Uang taruhan yang kuberikan kepada Fredi seakan-akan kembali dalam bentuk makanan.

Kesempatan ini tak mungkin aku sia-siakan. Saat acara makan-makan di rumah Diana, aku langsung makan sebanyak 3 piring. Ini seolah sebagai balas dendam atas hari-hari kemarin dimana aku belum sempat makan malam. Malu? Untungnya tidak, karna ini acara bersama teman-teman. Semua rasa malu sudah lenyap. Tidak ada yang Jaim. Semua orang bebas makan dengan tingkah apapun.


source : moersalins.wordpress.com

Sepulang dari rumah Diana, perasaan ku sangat puas. Kenyaang sekali. Akan tetapi perasaan senang itu langsung buyar menjadi rasa khawatir saat aku melihat meteran bensin yang sudah berada pada titik merah. Ooh, nasib, sepertinya aku harus kembali berjuang di 1 hari tersisa.

Bensin adalah hal pokok yang tak boleh terabaikan. Tanpa bensin, aku tidak bisa kuliah. Sepertinya aku memang harus makan Mie Instan besok. Jadilah aku mengisi bensin kembali senilai 10.000 rupiah. Dan kini jumlah uang yang tersisa sangat memprihatinkan

Sisa uang : Rp 4.000
Hari hingga sebelum uang di transfer : 1 Hari


Hari keempat (Final Day) (30 April 2015)


Akhirnya, inilah hari terakhir aku harus berjuang. Besok, ya, besok adalah hari dimana uang bulananku akan di transfer. Uangku sekarang hanya tersisa 4.000 rupiah. Sangat pas untuk membeli 2 mie instan.

Ku cek grup BBM kelas, dan ada pemberitahuan jika kelas hari ini ditiadakan karena Dosen yang bersangkutan sedang ada seminar. Yeaaah, kuanggap ini sebagai hadiah di hari terakhirku menahan lapar.

Ku pergi ke warung, dan membeli 2 Mie Instan. 1 buah seharga 2 ribu. Ku beli 2 buah hingga menjadi 4000 rupiah. Habis sudah uangku tepat di hari terakhir sebelum uang bulananku di kirim. Menu makan hari ini cukup dengan Mie Instan + kopi hangat. Sangaaat nikmat mengingat besok aku bisa kembali makan seperti biasa tanpa perlu mengkhawatirkan apapun.

Sisa uang : Rp 0
Hari hingga sebelum uang di transfer : 0 Hari


1 May, 2015


Kriiiiing.. aku terbangun mendengar nada dering HP. Kulihat ibuku menelpon. Akhirnya, ini dia yang sudah kutunggu-tunggu. Telfon tanda uang sudah ditransfer. Rasa haru dan bangga terhadap diri sendiri campur aduk menjadi satu. Tanpa basa-basi, langsung saja aku angkat telfon itu

“Halo mah”

“Halo, bang..”

“iya mah kenapa?”

“Anu bang..”

“Kenapa mah?”

“Mama belum bisa ngirimi uang hari ini, soalnya ada keperluan”

“EEH!?”

“Iya, mungkin mama baru bisa kirim uang bulananmu 5 hari lagi.”

“T..ta..tapi maah”

“Tenang aja, ini mama ada transfer dulu 50.000, nanti tanggal 5 baru mama kirimin uang bulanan kamu ya”

"………….”

“Halo bang? Udah ya, pulsa mamah udah mau habis”

‘Klik’




Hancur sudah. Hari yang seharusnya menjadi hari terbaik, seakan berubah menjadi hari paling mengecewakan. Uang bulananku ditunda 5 hari, dan mama hanya memberikanku uang 50.000. Kondisi ini sama persis seperti 5 hari yang lalu. Arrrgghh!! Apakah ini awal kisah tanggal tuaku jilid 2!!? bukan!! INI TANGGAL MUDAAA!!

Lemas sudah badan ini. Bahkan nafsu untuk mengambil uang 50.000 itu sama sekali tidak ada. Jika aku mengambil uang itu, artinya aku akan kembali dari awal lagi. Yah, sepertinya ini bisa jadi pelajaranku. Bagaimanapun, aku harus belajar mengatur keuangan. Aku tidak boleh mengulangi kesalahan. Aku sudah kapok.

‘Tok Tok’

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kost-ku. Aaaah, aku harap ini bukan Ibu Kost yang mau menagih uang tinggal.

Dengan langkah lemah, dan perasaan campur aduk, aku berjalan menghampiri pintu. Dan saat aku buka…

“Tadaaaaaaaa…. !!!

Betapa kajetnya aku saat melihat sosok yang ada di balik pintu itu adalah Ibuku. Ada apa ini? ini ibuku kan? Apa aku salah lihat? Berbagai pertanyaan memenuhi otakku. Aku tak bisa berkata-kata. Bagaimanapun juga, saat itu aku seperti melihat seorang malaikat

“Hei bang, kok bengong!? Sampe sekaget itukah ngeliat mama? Haha”

“K..kok mama ada disini?”

“Memangnya salah ya kalo mama ngeliat anaknya sendiri?”

“Nggak, bukan begitu, tapi tadi kan mama barusan nelpon.. itu mama nelpon dimana?”

“Haha, sebenarnya itu mama lagi nelpon di depan kamar abang, sengaja mama bilang begitu biar abang lebih senang waktu liat mama datang. Selamat ulang tahun ya bang, maaf ya telat 1 bulan lebih ngucapinnya, hehe”

Langsung saja kupeluk mamaku, tak kusangka, tanggal 1 May ini bukan sekedar uang yang datang, melainkan seseorang yang paling berharga dalam hidupku, mamaku. Perjuangan 5 hari kemarin seolah-olah sebagai bayaran atas apa yang kudapatkan sekarang. Ini adalah momen paling membahagiakan selama aku merantau. Dan pastinya, aku juga mendapatkan uang bulananku hari ini, hehehe..




Yah, semua itu adalah pengalaman masa laluku. Dari situ, aku belajar bagaimana caranya mengatur keuangan dengan baik. Tidak terlalu boros. dan yang pasti, lebih selektif dalam mencari tempat belanja, karena yang paling membuat pengeluaranku membengkak adalah biaya belanja keperluan sehari-hari.

Tapi aku sudah tak perlu khawatr. Karna sekarang, jika ingin berbelanja, aku selalu berbelanja di Mataharimall. Banyak Diskon yang akan membuat dompet kita lebih tersenyum. Dan yang paling menyenangkan, sekarang Mataharimall mengadakan Diskon "TANGGAL TUA SURPRISE" yang mana diskon ini akan diberikan di minggu ke 3 setiap bulannya. Tak tanggung-tanggung, diskon yang diberikan mencapai hingga 80% untuk semua kategori. Benar-benar Diskon yang 'Nge-Kost' bangeeeet!!

Kini, hidup kost ku menjadi lebih ringan dan menyenangkan. berkat Mataharimall


#JadilahSepertiBudi
Share:

Jumat, 31 Januari 2014

Sekolahku, SMA Mujahidin tercinta

Haloo semuanyaa.... apa kabar? kabar baik ya mudah-mudahan. Allhamdulillah saya disini juga baik-baik saja, walaupun minggu lalu sempat sakit Tifus, sampe absen sekolah selama 1 Minggu, tapi Alhamdullillah, sekarang saya sudah sembuh.

Kali ini, saya ingin sedikit banyak membicarakan tentang sekolah saya yang sebenarnya awal saya lulus SMP saya sama sekali tidak terpikirkan akan masuk ke Sekolah saya ini. jangankan terpikirkan, bahkan saya juga tidak tahu tentang sekolah saya ini sebelumnya, hahaha.

Profil Singkat Sekolah saya:

 

1. Nomor Statistik SMA/SMK/MA : 30-4-13-60-03-012
2. Nama SMA/SMK : SMA MUJAHIDIN PONTIANAK
3. Alamat

a. Jalan : JENDRAL ACHMAD YANI

b. Desa/Kelurahan : PARIT TOKAYA

c. Kecamatan : PONTIANAK SELATAN

d. Kabupaten/Kota : PONTIANAK

e. Propinsi : KALIMANTAN BARAT

f. Kode Pos : 78121

g. Kode Area/No.Telp/Fax : 0561-744269

h. Jarak sekolah sejenis terdekat : 0.5 Km
4. Sekolah dibuka tahun : 1980
5. Status Sekolah : SWASTA
6. Waktu Pembelajaran : SIANG
7. Tempat Praktek : SEKOLAH SENDIRI


Nah, itulah Profil Singkat sekolah saya. Sesuai yang tertera di atas, saya bersekolah di SMA Mujahidin Pontianak. dan mungkin jika diteliti sedikit, ada yang tidak biasa dari salah satu keterangan di atas. Yap, jam masuknya. Sekolah saya jam masuknya pada Siang hari, dikarenakan pada saat pagi, gedungnya dipakai untuk proses belajar mengajar tingkat SD dan SMP.

awal saya masuk ke SMA ini, sebenarnya cukup tragis ( T_T) setelah terbang melayang kesana-sini disebabkan tidak diterima SMA Negeri Karena nilai yang tidak terlalu cukup untuk masuk ke sana, akhirnya Ortu saya menyarankan agar masuk ke SMA Mujahidin ini. awalnya saya ragu, karna sekolah ini belum di uji di ITB dan IPB...eh, salah, tapi karna SMA ini adalah milik Swasta, terlebih jam masuknya yang Siang hari.

akhirnya mau tidak mau sayapun meng "iya" kan untuk masuk ke SMA Mujahidin ini. awal saya masuk ke SMA ini, saya merasa tidak terlalu banyak perbedaan dari sekolah pada umumnya. bahkan saya "sedikit" mulai menyukai SMA ini dikarenakan Gedungnya yang luas, terlebih saat itu sedang dibangun gedung baru dan Ekstra kulikuler yang lengkap. namun diawal saya masuk itu, hal yang masih mengganjal saya adalah jam masuknya yang siang, jelasnya yaitu pukul 12.30 - 17.25. saya yang biasanya sekolah pagi saat SMP mau tidak mau pun harus menyesuaikan dengan lingkungan baru ini.

Untuk guru-guru di sekolah ini sangat beragam. ada yang disukai murid-murid karna banyolan-nya yang seru serta sifatnya yang santai. Hingga yang paling diantisipasi para Murid dikarenakan keganasan yang tidak bisa disebutkan kata-kata. saya sendiri belum pernah punya masalah dengan guru-guru tersebut, yah mungkin karna saya selama bersekolah disitu tetap menjadi murid yang baik, patuh, ramah, serta sopan dan santun terhadap guru (WOW). Intinya, mau sebaik atau segarang apapun guru tersebut, itu semua pasti agar kita para Murid bisa menjai murid yang lebih baik untuk kedepannya serta masa depannya.

Untuk murid-muridnya,, Nah, untuk Murid yang bersekolah disini kalau saya perhatikan sangat beragam, namun sangat mencolok keberagamannya tersebut. Jika di kelas ada murid yang Nakal, maka sangatlah nakal sekali murid tersebut. bahkan saat saya kelas 1 maupun sekarang disaat saya kelas 2, tetap ada saja di kelas saya yang Muridnya tidak masuk sekolah hingga lebih dari 3 hari karena alasan yang tidak jelas. bahkan Alpha untuk murid tersebut sangatlah banyak. nah, untuk murid yang Pintar, maka kepintarannya sangatlah tidak masuk akal, bisa dibilang untuk murid yang ranking 1 itu tergolong murid yang pintar sekali. mungkin itu ha yang wajar, namun yang jadi pertanyaan adalah jika Murid yang rank 1 tersebut benar-benar sangat pintar, MENGAPA DIA TIDAK MASUK NEGERI SAJA? atau mungkin dia sengaja masuk sekolah ini agar bisa menyabotase segala Penghargaan yang dipersiapkan untuk murid teladan di sekolah ini (Negative Thinking Activated) wkwk, bercanda, bercanda

 di SMA ini ada 2 golongan kelas, yaitu kelas IPA dan kelas IPS. Kelas IPA ada 2 Ruang, sementara IPS ada 4 ruang (Saya IPS). Saat saya masih kelas 1 dulu, anak-anak kelas 1 masih belum disuruh memilih jurusan mana yang diinginkan. namun sekarang, sesuai kurikulum baru tahun 2013/2014, anak-anak kelas 1 sudah disuruh memilih jurusan. Jujur saja, saya masih agak kurang mengerti bagaimana sistem Kurikulum baru ini berjalan. yang saya tahu hanyalah anak-anak kelas 1 akan ada pelajaran tambahan, yang biasanya disebut dengan Lintas Minat. yaitu anak IPA mempelajari pelajaran IPS yang mereka sukai, dan sebaliknya, anak IPS mempelajari salah satu pelajaran IPA yang mereka sukai. saat saya sedang pelajaran Olahraga pada Rabu sore, saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan seorang anak kelas 1 jurusan IPS bernama Ardi. saat itu dia juga sedang pelajaran Olahraga. saya dan dia sama-sama sedang istirahat. saya pun berbincang-bincang dengan anak itu, hingga akhirnya saya menyinggung soal Kurikulum baru ini. saya bertanya tentang suka atau tidaknya dia dengan kurikulum baru ini. Menurut anak itu, dia awalnya masih tidak terlalu nyaman dengan Kurikulum baru tersebut. terutama dari sistem penilaian yang menggunakan angka 1-4, berbeda dengan dulu yang menggunakan 1-10 ataupun 10-100. saya juga bertanya apakah Lintas Minat menyita waktu ekstra kurikulernya. namun dia mengatakan tidak, karena dia hanya mengikuti Ekstra kurikuler Pramuka. jadi tidak berpengaruh sama-sekali. saya juga sebenranya ingin menanyakan pendapat guru mengenai Kurikulum 2013/2014 ini, namun saya belum sempat menanyakan ke guru yang bersangkutan. Mungkin lain waktu bisa saya tanyakan.

selain kurikulum, yang menarik lagi dari sekolah ini adalah Kantinnya, kantin sekolah ini ada 2, kantin halaman tengah, dengan kantin belakang gedung baru. kantin halaman tengah sebenarnya saat saya pertama masuk sekolah ini sangatlah ramai sekali. bahkan untuk membeli saja harus berdesakan. namun semenjak dibangun kantin di belakang gedung baru, kantin halaman tengah mulai sedikit sepi pengunjung. mungkin dikarenakan kantin di belakang gedung menu-nya banyakan ya. tapi jujur saja, jika jajan saya lebih suka kantin yang halaman tengah, karna lebih muah memesan makanan, dan menunya juga lumayan lengkap (asalkan ada Tehbotol dan Gorengan, no Problem)

yah, itu beberapa yang bisa saya ceritakan tentang sekolah saya ini, SMA Mujahidin.
mungkin ini masih belum seberapa, karna banyak sekali hal-hal yang menarik di sekolah ini hingga bingung ingin menjelaskan yang mana dulu. tapi intinya, sekolah apapun itu, jika kita mencintai sekolah itu maka setiap sekolah adalah sama

Sampai jumpa di Tulisan-tulisan saya Selanjutnya






Share:

Rabu, 13 November 2013

Kekurangan dibalik pesatnya Perkembangan kota Pontianak




Apa kabar semuanya?  Semoga sehat-sehat saja ya. 

Beberapa minggu yang lalu, kita sudah memperingati hari jadi kota Pontianak yang ke 242. Sudah lumayan tua juga ya. Dengan umur yang sudah berpengalaman seperti itu, sudah pasti banyak sekali perkembangan yang terjadi di kota kita ini. Mulai dari sektor penduduk yang semakin lama jumlah penduduknya semakin bertambah. Kemudian juga dari sektor pendidikannya, karena standard kurikulum pendidikan di kota ini yang sedikit demi sedikit semakin di tingkatkan serta jumlah sekolah yang semakin menjamur. Tidak ketinggalan dari sektor kesehatan, karna semakin lama, Rumah Sakit serta Klinik di kota ini semakin bertambah seiring semakin banyaknya lulusan dokter di Pontianak. Dan baru-baru ini, UMP (Upah Minimum Pekerja) Provinsi Kal-Bar untuk 2014 ditetapkan menjadi Rp   1.380.000, naik 30% dari tahun 2013 yang Rp   1.060.000. Hal ini semakin menunjukan progress yang positif dari kota ini. Namun, dari sekian banyaknya perkembangan yang terjadi, Kekurangan di kota ini juga masih tehitung cukup banyak.

Kekurangan di kota Pontianak ini tidaklah sedikit. Salah satu contohnya adalah masih minim-nya fasilitas umum yang tersedia sehingga sedikit mempersulit masyarakat untuk beraktfitas. Mungkin terdengar sepele, Tapi jangan salah! Jika hal ini terus dibiarkan, maka produktifitas dalam kota ini bisa saja melambat, dan hal ini dapat berakibat melemahnya pertumbuhan dari kota Pontianak, terutama dari segi Ekonomi dan Produksi. Tentu saja kita semua tidak ingin itu terjadi. Tapi kenyataanya memang begitu. Selain dari fasilitas umum, masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat di dalam kota ini yang akan sangat baik jika segera ditangani. Beberapa hal tersebut antara lain:



1.       Polusi udara


Salah satu Kekurangan yang mencolok di kota ini adalah polusi udaranya yang lumayan tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat kota ini yang menggunakan kendaraan bermotor untuk beraktifitas, dan sedikitnya transportasi umum. Hal ini memang cukup menggangu, Apalagi jika kita harus beraktifitas pada siang hari. Tidak ketinggalan kabut asap yang terkadang setiap tahun selalu menghinggapi kota ini dikarenakan pembakaran hutan yang semakin marak terjadi. Apa yang saya katakan ini mungkin terdengar sepele. Namun jika ini dibiarkan, hal ini bisa menggangu kesehatan yang akan berdampak pada penurunan produktifitas seseorang. Serta juga dapat MENURUNKAN perkembangan yang sudah terjadi di sektor kesehatan. Untuk memperbaiki yang satu ini memang agak sulit. Hampir tidak mungkin kita akan menyuruh setiap masyarakat di kota ini untuk meninggalkan kendaraan bermotor dan beralih menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki, mengingat di masa ini, efesiensi waktu sangat dibutuhkan di kota ini dikarenakan jam kerja yang padat. Nah, maka dari itu, ada baiknya cara yang termudah untuk menguranginya adalah dengan MENANAM BANYAK POHON DI SEPANJANG JALAN UTAMA YANG SERING DILALUI KENDARAAN. Mengapa saya memberikan saran seperti itu? Simple saja, karna dengan menanam  pohon di sepanjang jalan yang sering dilalui kendaraan, dapat mengurangi polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan secara langsung, sehingga polusi yang dikeluarkan tidak sempat tercemar ke tempat lain. Selain itu hal tersebut juga dapat menambah daya tarik tersendiri dari kota ini. Dan saran untuk mengurangi kabut asap, kalian semua pasti sudah tahu. “Jangan membakar hutan”. Intinya, dengan mengurangi polusi udara, setidaknya kita bisa lebih merasa nyaman dalam beraktifitas

video
Berita tentang kabut asap dan polusi
di kota Pontianak


2.       Sedikitnya tempat wisata


Fakta mengenai sedikitnya tempat wisata di Pontianak sudah bukan menjadi sebuah rahasia umum. hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan saja karna dapat membuat kota Pontianak ini “seolah-olah” menjadi kota yang membosankan, sehingga dapat mengurangi minat para Turis lokal maupun asing untuk berkunjung ke kota kita yang tercinta ini. Dari yang saya amati sendiri, beberapa tempat wisata yang terletak tepat di kota Pontianak hanyalah taman Alun-Alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, dan beberapa rumah adat. Kurangnya tempat wisata dapat membuat pendapatan kota dari sektor pariwisata menjadi berkurang. Ini juga cukup memprihatinkan, mengingat kota ini adalah ibukota Kalimantan Barat, yang seharusnya menjadi daya tarik utama dari provinsi Kalimantan Barat.
Setidaknya, agar masyarakat di kota ini dapat berwisata singkat di hari Minggu, seharusnya pemerintah dapat menyediakan tempat wisata yang paling tidak terletak di pusat kota agar mudah dikunjungi. Mungkin seperti Kebun Binatang ataupun lapangan terbuka hijau yang memiliki fasilitas lengkap. Keuntungan dari dibangunnya tempat wisata tidak hanya dari segi pendapatan daerah. Namun juga dapat membuka lapagan pekerjaan sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu dibukanya tempat wisata juga bisa meningkatkan produktifitas dan aktifitas dari para pekerja. Mengapa? Sangat simpel! Karna dengan berwisata di hari Minggu, dapat membangun mood yang lebih baik, sehingga membuat kita dapat bekerja dengan lebih semangat dan konsentrasi pada hari-hari biasa.



3.       Transportasi umum yang sedikit dan kurang layak


Nah, ini juga merupakan salah satu masalah kota ini. Transportasi umum yang kurang, bahkan jika ada, fasilitas yang disediakan tidak terlalu layak. Prihatin? Tentu saja. Ini juga berhubungan dengan poin no 1 tadi yang menyangkut polusi. Jika saja 1 angkutan umum dapat mengangkut 150 orang, maka jika ada 10 angkutan umum, secara tidak langsung hal tesebut sudah mengurangi polusi dari kendaran sebanyak 1500 kendaraan. Mengingat jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, mengurangi 1500 kendaraan adalah jumlah yang sangat berperan dalam mengurangi polusi di kota ini. Namun bukan berarti di Pontianak ini tidak ada angkutan umum. semua kota pasti memiliki angkutan umum. hanya saja, di kota ini jumlahnya yang sangat sedikit dan jika ada, kondisi angkutannya seringkali tidak layak. Mengapa ketidaklayakan kondisi angkutan juga berpengaruh? Tentu saja, karna jika kondisi angkutan tersebut kotor dan tidak terawat, maka hal tersebut dapat mengurangi minat para pengguna angkutan umum, dan KEMBALI beralih menggunakan kendaraan pribadi. Masalah lain yang ditimbulkan dari angkutan umum yang sedikit adalah kemacetan. Memang tidak separah Jakarta, tapi apa kita mau berkendara namun tersendat oleh beberapa kemacetan? Tentu tidak. Karna hal itu juga menyebalkan. Maka di poin ini saya ingin memberi saran yang sudah pasti semua mengetahuinya dari awal tulisan poin ke 3 ini. “Perbanyak angkutan umum dan perbaiki fasilitasnya”


Sebenarnya masih banyak kekurangan-kekurangan di kota ini yang ingin saya berikan saran. seperti Pencemaran air, Sampah, Banjir, dan masih bayak lagi. Namun dibalik kekurangan itu semua, pastinya ada kelebihan yang mungkin lebih berpengaruh dibandingkan kekurangan itu sendiri. Intinya, hal yang harus dilakukan jika ingin kota kita indah adalah “Jaga, rawat, dan perbaiki” serta menanamkan rasa Cinta dan tanggung jawab akan kota kita sendiri, baik sebagai kota kelahiran maupun bertempat tinggal.

Sekaligus mengakhiri tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan Selamat ulang tahun untuk kota Pontianak yang ke 242. Semoga di umur yang sekarang, kota ini dapat berkembang menjadi kota yang jauh lebih baik dari sebelumya, serta masyarakatnya yang disiplin, adil, ramah, dan sejahtera. Amiiin


Sampai bertemu kembali….

 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Pontianak 242 dan turut didukung oleh beberapa pihak sponsor, sebagai berikut:

Bentuk Sumbangsih: Uang Tunai 200 Ribu Rupiah
  1. Dwi Wahyudi
  2. Rohani Syawaliah
  3. Bang Gusty
  4. Pontianak Creative Association
  5. Bang Apri
Bentuk Sumbangsih: Hadiah Tambahan :

1. Wedding Pontianak
Hadiah: Voucher Paket Pernikahan Senilai 300 Ribu Rupiah

2. Pontianak Post
Hadiah: Paket Buku Dahlan Iskan dan Koleksi Eksklusif Pontianak Post

3. Bang Ahmad S. DZ.
Hadiah: 3 Buah Buku “Pontianak Heritage” yang Ditandatangani Penulisnya

4. Sang Bintang School
Hadiah: Voucher Senilai 1 Juta Rupiah untuk Paket Pendaftaran “6 Minggu Bisa”

5. Abimanyu Yusuf (Indobit Technology)
Hadiah: Paket Hosting Gratis Selama 1 Tahun

Share:

Acer Switchable Me Story Competition

Acer Switchable Me Story Competition